Aklimatisasi

AKLIMATISASI

 

Prinsip Dasar Aklimatisasi

Mengubah tanaman yangterbiasa hidup dan tumbuh pada lingkungan laboratorium yang lingkungannya serba terkendali, dan memiliki pola hidup sebagai tanaman heterotrofik menjadi tanaman yang mandiri dan berpola hidup sebagai tanaman autotrofik di luar botol kuljar yanglingkungannya serba tidak terkendali.

Perlunya aklimatisasi bibit tanaman sebelum ditanam di lahan itu dikarenakan plantlet menunjukkan beberapa sifat yang kurang menguntungkanpada saat dikeluarkan dari botol kuljar, sifat-sisat tersebut yaitu:

  • Memiliki lapisan kutikula yang tipis
  • Memiliki lapisan lilin yang tidak berkembang dengan baik
  • Sel-sel palisade daun hanya terbentuk dalam jumlah sedikit, sehingga kloroplas dan klorofilnya sedikit, akibatnya aktivitas fotosintesisnya masih rendah
  • Jaringan pembuluh dari akar ke pucuk planlet kurang berkembang
  • Stomata tidak berfungsi sebagaimana mestinya, yaitu belum mau menutup pada kondisi laju penguapan yang tinggi

   Dengan karakteristik seperti itu, jika disimpan pada  kondisi eksternal (luar botol) yang ekstrim secara tiba-tiba, planlet bisa menjadi stress, cirinya:

  • Peka terhadap cahaya yang memiliki intensitas tinggi, sehingga mudah layu atau kering,
  • Peka terhadap serangan mikroorganisme, sehingga mudah terserang penyakit tanaman

 

 

 

Beberapa Hal Yang Perlu Diperhatikan Supaya Aklimatisasi Berhasil

  1. Sebelum kegiatan aklimatisasi, botol yang berisi planlet disimpan dulu di suhu ruang, untuk menyesuaikan dengan suhu ruang, dan sebaiknya di ruangan tertutup
  2. Pada waktu mengeluarkan planlet dari botol, jangan sampai plantlet patah atau rusak, karena kalau rusak akan mengganggu pertumbuhan tanaman, selain itu menjadi mudah terserang patogen terutama patogen rebah kecambah (dumping off)
  3. Jangan ada sisa-sisa agar yang tertinggal/nempel, karena media agar mengandung gula sehingga akan mudah dikerubungi semut dan mudah ditumbuhi mikroorganisme
  4. Akar yang terlalu panjang dipotong, untuk merangsang perakaran baru (tergantung jenis tanamannya)
  5. Setelah pemotongan akar baru direndam dengan fungisida dan bakterisida

Media Tanam

Pada tahap awal proses aklimatisasi planlet harus diberikan kondisi lingkungan yang tidak jauh berbeda dengan kondisi lingkungan asalnya , yaitu ditanam pada media tanam yang

  • Cukup halus dan lunak
  • Memiliki kemampuan untuk menjaga kelembaban (menyerap air dengan cukup baik)
  • Mengandung unsur hara
  • Tidak mudah lapuk
  • Steril/bebas dari patogen tanaman (media di steril/dikukus selama 4 jam sebelum aklimatisasi, atau diautoclave atau media disemprot/direndam fungisida)
  • Mudah didapat dan harganya murah

Media yang bisa digunakan adalah: akar pakis, serbuk pakis, arang sekam, atau pecahan arang kayu, moss, sabuk kelapa, kompos dicampur tanah ayakan, pasir dicampur kompos, pasir dicampur arang sekam dll.

Persyaratan Wadah

  1. Harus memiliki kemampuan untuk mempertahankan kelembaban media tanam
  2. Harus memiliki lubang pembuangan air (drainase)
  3. Mudah diperoleh dan harganya murah
  4. Harus bersih dan bebas dari berbagai penyakit

wadah yang bisa digunakan adalah:bak pesemaian dari plastik atau kayu, polibag, pot tanah liat, plastik bekas akua gelas, dll

S S S S S S S

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>